About
Rumah Sunyi di Antara Kopi dan Pikiran yang Berlarian
Aku Introvert lahir dari ruang yang tak terlihat—ruang antara kesunyian, luka lama yang belum sempat sembuh, dan mimpi-mimpi yang menolak mati meski malam terasa panjang. Di sini aku tidak berusaha menjadi siapa-siapa. Aku hanya kembali menjadi diriku sendiri, tanpa topeng, tanpa pencitraan, tanpa harus terlihat kuat setiap waktu.
Aku adalah seorang ibu biasa yang sering menunda tidur, menjejalkan kopi ke dalam gelas sambil membiarkan pikiranku berlari ke ribuan arah. Ada hari ketika dunia terlalu bising, dan ada hari ketika aku justru merindukan suara langkah manusia. Begitulah hidup seorang introvert—selalu berada di antara ingin bersembunyi dan ingin dimengerti.
Blog ini bukan sekadar tempat menulis. Ini adalah ruang aman untuk jiwa yang lelah mencari tempat pulang. Aku berbagi perjalanan batinku, overthinking yang kadang berubah menjadi hikmah, cerita-cerita kecil yang wangi kesepian, dan catatan mental yang mungkin tak sempurna… tapi jujur.
Aku Introvert adalah saksi bisu dari perjuanganku sebagai ibu tunggal yang sedang belajar bangkit, sambil merawat mimpi-mimpi sederhana. Ada hari ketika aku kuat, ada hari ketika aku hanya bertahan. Semua kuletakkan di sini, agar siapa pun yang membaca mengerti bahwa menjadi rapuh bukanlah kehinaan. Itu justru cara kita mengukur keberanian.
Jika kau datang ke sini, mungkin kau sedang mencari hal yang sama: ketenangan, pemahaman, atau sekadar teman dalam pikiran. Silakan duduk. Nikmati sunyi sejenak. Kita tak perlu bicara banyak untuk saling mengerti.
Di antara kata-kata ini, semoga kau menemukan dirimu sendiri.
Komentar
Posting Komentar