Natal di Hatiku: Puisi Refleksi Natal
Masih seperti beberapa tahun yang lalu Beranda rumahku masih nampak kosong dan sepi Meski Natal datang tak lama lagi Tak ada gemerlap lampu warna-warni untuk menyambut para tetamu Tak ada pohon natal atau tumpukan berbagai macam bingkisan Tak ada juga riuh gemerincing lonceng-lonceng mungil Yang biasanya bercanda riang, berkejaran ditiup angin Hanya ada pohon harapan yang masih berdiri kokoh di sudut pelataran Berhias kepingan kertas warna-warni yang kugantung di ujung dahan dan ranting Bertuliskan ribuan diksi yang kurangkai indah menjadi beberapa bait doa dan puisi Tentang harapan, impian dan kerinduan Tentang kenangan, perjalanan dan pelajaran Dari balik jendela kamar, aku melihat dengan samar pohon harapan nampak rindang bertabur sinar cahaya bintang Samar-samar terlihat bayang kertas warni-warni Berkelebat kesana kemari disapu hembus angin di malam hari Suara riuh ranting dedaunan dan kelebat kepingan kertas warna warni Memecah di kehenin...