Postingan

Entri yang Diunggulkan

Natal di Hatiku: Puisi Refleksi Natal

Gambar
Masih seperti beberapa tahun yang lalu Beranda rumahku masih nampak kosong dan sepi Meski Natal datang tak lama lagi Tak ada gemerlap lampu warna-warni untuk menyambut  para tetamu Tak ada pohon natal atau tumpukan berbagai macam  bingkisan Tak ada juga riuh gemerincing lonceng-lonceng mungil Yang biasanya bercanda riang, berkejaran ditiup angin Hanya ada pohon harapan yang masih berdiri kokoh  di sudut pelataran Berhias kepingan kertas warna-warni yang kugantung  di ujung dahan dan ranting Bertuliskan ribuan diksi yang kurangkai indah menjadi beberapa bait doa dan puisi Tentang harapan, impian dan kerinduan Tentang kenangan, perjalanan dan pelajaran Dari balik jendela kamar, aku melihat dengan samar pohon harapan nampak rindang bertabur  sinar cahaya bintang Samar-samar terlihat bayang kertas warni-warni Berkelebat kesana kemari disapu hembus angin  di malam hari Suara riuh ranting dedaunan dan kelebat kepingan  kertas warna warni Memecah di kehenin...

Dunia Terbalik di Kepalaku: The Day Dreamer n Night Thinker Woman Story

Gambar
“Gambar ini menggambarkan Bumi yang transparan, menyingkap wajah seorang perempuan di balik permukaan planet. Sebuah metafora visual tentang dunia batin yang tidak mengikuti ritme luar: dunia imajinasi yang berputar ketika malam tiba dan dunia nyata yang terasa sunyi ketika siang datang. Ilustrasi ini merepresentasikan kehidupan seorang day dreamer dan night thinker—hidup dalam orbit pikiran yang berbeda, namun indah.” Dunia Terbalik di Kepalaku Siangku kurasa seperti malam dan malamku bagai siang Dengkur lelap kalian di atas ranjang adalah lenguh nafasku terengah mengejar impian Aku bermimpi di siang hari dan berpikir di malam hari Duniaku tak pernah terlelap, tetapi bertabur mimpi dan imajinasi  Mataku terpejam tetapi isi kepalaku terus berjalan,  terus berputar Tak kulihat siang, tak ku kenal malam Tak lelah aku berpacu dengan waktu, meski waktu berbalik mengejarku Temaram sinar bulan di balik awan gelap nan hitam Membakar gairahku, menyulut semangatku Sedang terik mentari ...

Introvert: Kepribadian Bawaan atau Hasil dari Trauma?

Gambar
Benarkah Aku ini Seorang Introvert? Pertanyaan itu sering berputar di kepalaku.  “Apakah aku memang dilahirkan sebagai sosok yang cenderung tertutup dan pemalu? Atau… aku menjadi pendiam karena dunia terlalu berisik untuk dihadapi?” Pertanyaan itu bukan soal mencari pengakuan. Sesekali bertanya pada diri sendiri adalah caraku mengenali siapa aku sebenarnya_caraku mengenal diri. Banyak orang mengira introvert itu antisosial , pemalu, suka menarik diri. Tetapi mereka jarang bertanya apa yang membuat seseorang memilih diam. Apakah itu benar-benar pilihan… atau cara bertahan demi merasa aman? Bentuk perlindungan yang tumbuh dari pengalaman? Lalu..., aku kembali mengingat-ingat lagi masa kecilku. Ada saat-saat di mana suara orang lain lebih keras daripada suaraku sendiri. Di mana menangis bukanlah pilihan, karena rumah selalu mengajar dan memaksaku untuk kuat, bukan untuk rapuh. Di mana kesalahan kecil dimarahi, dan keberhasilan atau pencapaian dianggap biasa. Di mana cinta hanya ...

Aku Tahu, Kamu sedang Berusaha Kuat.

Gambar
Selamat datang, aku tahu kamu sedang berusaha kuat. Kadang kita terlihat baik-baik saja di luar. Padahal di dalam dada, ada hujan yang turun lebih sering daripada yang orang kira. Tidak apa-apa. Kamu sedang berusaha kuat, itu sudah cukup. Blog ini lahir bukan dari kepercayaan diri… melainkan dari luka, kelelahan, dan keberanian kecil untuk tetap berjalan. Aku tidak datang ke sini sebagai guru. Aku hanya perempuan biasa — seorang ibu introvert — yang sedang belajar bertahan, sambil terus mencari cara agar hidup terasa lebih ringan untuk dijalani. Rindu yang tak sempat terucap. Lelah yang tidak punya tempat pulang. Tanggung jawab yang terlalu besar untuk bahu sekecil ini. Untuk perempuan yang sering menangis diam-diam namun tetap bangun setiap pagi. Untuk mereka yang tampak tenang, padahal di dalam pikiran ada badai yang tidak pernah berhenti. Tidak perlu menjadi versi sempurna dari diri sendiri . Cukup menjadi manusia — dengan segala repih dan rapuhnya. Yang aku tahu, aku ing...