Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Introvert: Kepribadian Bawaan atau Hasil dari Trauma?

Gambar
Benarkah Aku ini Seorang Introvert? Pertanyaan itu sering berputar di kepalaku.  “Apakah aku memang dilahirkan sebagai sosok yang cenderung tertutup dan pemalu? Atau… aku menjadi pendiam karena dunia terlalu berisik untuk dihadapi?” Pertanyaan itu bukan soal mencari pengakuan. Sesekali bertanya pada diri sendiri adalah caraku mengenali siapa aku sebenarnya_caraku mengenal diri. Banyak orang mengira introvert itu antisosial , pemalu, suka menarik diri. Tetapi mereka jarang bertanya apa yang membuat seseorang memilih diam. Apakah itu benar-benar pilihan… atau cara bertahan demi merasa aman? Bentuk perlindungan yang tumbuh dari pengalaman? Lalu..., aku kembali mengingat-ingat lagi masa kecilku. Ada saat-saat di mana suara orang lain lebih keras daripada suaraku sendiri. Di mana menangis bukanlah pilihan, karena rumah selalu mengajar dan memaksaku untuk kuat, bukan untuk rapuh. Di mana kesalahan kecil dimarahi, dan keberhasilan atau pencapaian dianggap biasa. Di mana cinta hanya ...

Aku Tahu, Kamu sedang Berusaha Kuat.

Gambar
Selamat datang, aku tahu kamu sedang berusaha kuat. Kadang kita terlihat baik-baik saja di luar. Padahal di dalam dada, ada hujan yang turun lebih sering daripada yang orang kira. Tidak apa-apa. Kamu sedang berusaha kuat, itu sudah cukup. Blog ini lahir bukan dari kepercayaan diri… melainkan dari luka, kelelahan, dan keberanian kecil untuk tetap berjalan. Aku tidak datang ke sini sebagai guru. Aku hanya perempuan biasa — seorang ibu introvert — yang sedang belajar bertahan, sambil terus mencari cara agar hidup terasa lebih ringan untuk dijalani. Rindu yang tak sempat terucap. Lelah yang tidak punya tempat pulang. Tanggung jawab yang terlalu besar untuk bahu sekecil ini. Untuk perempuan yang sering menangis diam-diam namun tetap bangun setiap pagi. Untuk mereka yang tampak tenang, padahal di dalam pikiran ada badai yang tidak pernah berhenti. Tidak perlu menjadi versi sempurna dari diri sendiri . Cukup menjadi manusia — dengan segala repih dan rapuhnya. Yang aku tahu, aku ing...